Belajar Al-Qur'an Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Metode Tilawati
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Di era
sekarang atau lebih sering disebut era milenial ini, tidak sedikit orang yang
mengaku beragama Islam tetapi tidak dapat membaca Al-Qur’an dengan benar dan
lancar, karena mereka beranggapan bahwa belajar Al-Quran itu susah dan
membutuhkan waktu yang sangat lama. Tidak sedikit dari mereka yang pada
akhirnya mengabaikan hal ini, padahal didalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa
Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi manusia sejak di dalam kandungan hingga
setelah meninggal. Lantas tugas kita sebagai seorang umat muslim dalam
memperlakukan Al-Qur’an adalah dengan cara membaca, memahami, dan
mengamalkannya. Oleh karena itu, seharusnya kita sebagai umat muslim hendaknya
berusaha belajar dan mengajarkan Al-Qur’an kepada sesama umat muslim lainnya.
Beruntungnya, pada hari Senin, tanggal 5 November 2018, saya beserta
teman-teman mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, khususnya fakultas Dakwah dan
Komunikasi, dibawah bimbingan Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen
pengampu mata kuliah Studi Al-Qur’an dan bu Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I selaku
asisten dosen memberikan kesempatan kepada kami untuk mempelajari mengenai
Metode Tilawati, dengan mendatangkan para pengajar Tilawati dari Pondok
Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya yaitu Drs. H. Ali Muaffa, Hari
Susandi, S.Ag, dan Toha Mahsum, S.Ag.
Hal-hal yang diajarkan oleh para pengajar kepada
kami hari ini adalah :
1. Metode Tilawati
Kami diajarkan metode tilawati agar
pembelajaran bisa dilakukan dengan cepat
dan lancar, yaitu menggunakan
lagu Ros. Lagu Ros adalah lagu yang digunakan dalam
metode Tilawati.
Lagu ini tergolong sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
Adapun beberapa manfaat dari membaca Al-Qur’an
dengan menggunakan lagu,yaitu :
a. Memudahkan penguasaan materi karena masyarakat era sekarang ini
lebih cepat menghafalkan lagu
b. Membuat hati senang dan
nyaman
c. Mendapatkan pahala
mengamalkan sunnah Nabi Sallahualahiwasallam
d. Optimalisasi otak
(kanan-kiri)
e. Membuat daya ingat makin
kuat.
Adapun rumus lagu dalam “Lagu Ros” ini sebagai
berikut :
a. 1 Baris 1 Kalimat = Turun atau Datar Naik Turun
b. 1 Baris 2 Kalimat = Kalimat 1 Naik, 2 Turun
c. 1 Baris 3,4,5 Kalimat = Kalimat 1 Datar, Kalimat Terakhir Turun, Kalimat
yang Tengah
Naik Semua
d. 1 Baris 1 Kalimat Panjang-Panjang = Maka setiap baris satu nada dan urut
“datar-naik-turun”
2. Teknik Belajar
1)
Teknikal Secara Klasikal
Teknik belajar menggunakan metode Tilawati diajarkan secara klasikal
dengan
menggunakan peraga. Pengajar membacakan materi terlebih dahulu sebanyak
satu kertas
atau halaman.
2) Baca simak
telah disediakan
oleh lembaga bimbingan. Setiap seorang murid membaca didepan pengajar
dan murid yang lain, kemudian
pengajar dan murid yang lain memperhatikan dan
menyimak bacaannya.
3. Tujuan Menggunakan Metode Tilawati
1) Santri
mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil (Lagu Ros)
2) Santri
mampu membenarkan bacaan Al-Qur’an yang salah
3) Santri
mampu belajar tuntas
Tak lupa beliau memberikan materi tentang apa saja tahap-tahap
mengajarkan baca Al-Qur’an dengan metode Tilawati. Makro Teaching adalah
tahapan yang benar ketika kita akan melalukan pembelajaran membaca Al-quran.
Tahapan-tahapannya yaitu :
1. Salam
2. Menyapa
Santri/Siswa
3. Doa
Pembuka (ta’awud dan basmalah)
4. Praga
(Klasikal : Teknik sesuai pertemuan, 1 halaman sebagai contoh)
5. Buku,
diawali klasikal (T2, Baca Simak, 2 Putaran) dan diakhiri klasikal T3 untuk
pemantapan
6. Prosentasi
kelancaran (lanjut/ulang)
7. Doa
penutup (Hamdalah)
8. Salam
Perpisahan
Setelah semua penjelsan sudah diberikan dan dipraktekan oleh pengajar,
beliau memanggil salah satu teman saya yaitu Rizky Rahmawaty untuk melakukan praktek
makro teaching secara langsung dihadapan kami.
Beliau menekankan bahwa, tidak akan merugi jika kita belajar dan
mengajarkannya kepada orang lain, justru akan mengalir pahala kita walaupun
kita sudah wafat. seperti dalam hadis,
“Sebaik-baik
kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Dalam hadits di atas, terdapat dua amalan yang dapat
membuat seorang muslim menjadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya sesama
muslim lainnya, yaitu belajar Al-Qur’an dan mengajarkan Al-Qur’an. Kita sebagai
muslim harus selalu mengingat mengenai hadits tersebut, terlebih saat
mempelajari metode tilawati ini supaya kita semangat untuk berusaha menjadi
seorang muslim yang terbaik.
Dari
pertemuan yang saya dan teman-teman lakukan hari ini, dapat disimpulkan bahwa
terdapat banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dalam mempelajari
Al-Qur'an dengan menggunakan Metode Tilawati ini. Kita sebagai muslim harus
senantiasa mempelajari dan membaca Al-Qur’an setiap harinya atau disetiap waktu
dikala kita senggang. Seperti yang sudah dijelaskan dalam kutipan artikel
“Sembuhkan dengan Al-Qur’an” yang terdapat pada www.terapishalatbahagia.net
Dalam artikel tersebut menjelaskan apa saja manfaat membaca Al-Qur'an. “Jika
musik tanpa energi ilahiah bisa memberikan penyembuhan, maka ayat-ayat Al
Qur’an pasti lebih dahsyat pengaruhnya, sebab setiap huruf yang masuk ke dalam
telinga mengandung minimal sepuluh energi positif. Nabi SAW bersabda,
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab suci Allah, maka dia mendapat satu
kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh. Aku tidak menghitung alif lam mim
satu huruf, melainkan alifsatu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR.
At Tirmidzi).
Sekian yang dapat saya sampaikan tentang ilmu baru yang saya dapatkan
hari ini, jika terdapat kritik dan saran bisa langsung komen dibawah yaa:)
وَ السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar
Posting Komentar